PROFIL

SEJARAH RSGM LADOKGI TNI AL YOS SUDARSO

Cikal bakal berdirinya Institusi Kedokteran Gigi Yos Sudarso tidak terlepas dari kegiatan Operasi Bhakti ALRI pada tahun 1966, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk memberikan baktinya pada masyarakat khususnya di bidang pendidikan tenaga kesehatan. Dalam merealisasikan hal ini, maka ALRI dalam hal ini Ditpersal dan Kodiklatal sepakat untuk mengadakan suatu kerjasama dengan Universitas Hasanuddin Makassar.

Bentuk kerjasama tersebut adalah didirikannya Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso yang menempati gedung tua bekas perusahaan rotan di Jalan Satando no.25 Makassar. Dasar pemikiran penggunaan nama Institut adalah adanya kegiatan pendidikan, sedangkan nama Yos Sudarso diambil dari nama Pahlawan Komodor Laut Yosaphat Sudarso yang gugur di Laut Aru semasa perang pembebasan Irian Barat.

Fasilitas kesehatan gigi dengan nama Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso secara resmi lahir pada tanggal 23 Januari 1969, yaitu saat ditandatangani perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Panglima Komando Daerah Maritim VIII, Komodor Marwidji dan Rektor Unhas Letkol Dr. Muh. Natsir. Kepala Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso yang pertama adalah Kolonel drg. R. Tampinongkol. Pada periode ini dilaksanakan persiapan perangkat lunak dan perangkat keras untuk proses belajar mengajar pendidikan dokter gigi. Pada tahun 1974, Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso meluluskan 6 orang dokter gigi baru yang merupakan lulusan pertama hasil kerjasama ALRI dan Unhas, sekaligus memberikan bukti akan keberadaan dan pengakuan hasil didikan Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso.

Pada saat itu terjadi beberapa perubahan yang sangat mendasar pada Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso. Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso menjadi unsur pelaksana teknis lapangan Jawatan Kesehatan TNI AL. Dengan demikian, Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso tercantum dalam struktur organisasi Jankesal sebagai sebuah badan/organisasi dan pembinaannya dilakukan langsung oleh Jankesal. Hal ini memberikan dukungan positif bagi semua pihak untuk lebih mengembangkan  Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso.

Sesuai dengan Surat Keputusan Kasal Nomor: Skep/1064/IV/82 tanggal 2 April 1982, nama Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso berubah menjadi Induk Kesehatan Gigi Yos Sudarso. Sedangkan tugas dan fungsinya tidak jauh berbeda. Pada tahun 1983 dibangun gedung baru yang dipergunakan untuk ruang klinik, yaitu ruang bedah mulut, ruang konservasi, ruang prostodonsia, ruang orthodonsia, ruang rontgen gigi dan ruang laboratorium teknik gigi. Selain penambahan fasilitas gedung, Induk Kesehatan Gigi Yos Sudarso juga mendapatkan penambahan 1 buah dental unit elektrik dari Puskes ABRI dan 2 unit dental unit elektrik dari Jankesal.

Pada tahun 1984 Induk Kesehatan Gigi Yos Sudarso mendapatkan tenaga dokter gigi ahli bedah mulut dari Ladokgi Jakarta untuk meningkatkan pelayanan. Kesempatan ini membuka peluang untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, khususnya dalam bidang bedah mulut bagi para dokter gigi di Ujung Pandang, serta penanggulangan kasus bedah mulut yang ada pada saat itu.

Sesuai dengan Surat Keputusan Kasal Nomor 562/II/87 tanggal 17 Februari 1987 tentang Jenis, Klasifikasi, Standarisasi dan Dislokasi Fasilitas Kesehatan TNI AL, maka Induk Kesehatan Gigi Yos Sudarso berkedudukan langsung dibawah Lanal Ujung Pandang. Sebagai pusat rujukan Gilut ABRI di luar Jawa Wilayah Timur, pada saat itu Induk Kesehatan Gigi Yos Sudarso makin tumbuh dan berkembang menuju pelayanan spesialistik.

Adanya reorganisasi dan pergeseran Lantamal Bitung menjadi Lantamal IV yang berkedudukan di Ujung Pandang mempengaruhi struktur organisasi Induk Kesehatan Gigi Yos Sudarso yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Lantamal IV. Akan tetapi perubahan tersebut tidak begitu dirasakan pengaruhnya terhadap pelayanan dan dukungan kesehatan yang telah dilaksanakan. Induk Kesehatan Gigi Yos Sudarso tetap menjadi tempat rujukan kesehatan gigi dan mulut baik dari Instansi Kesehatan ABRI maupun instansi kesehatan di wilayah timur. Proses belajar mengajar yang bekerjasama dengan Unhas tetap berjalan dan beberapa personel dokter gigi membantu dalam kegiatan pendidikan.

Pada tanggal 13 Januari 1994 terbit Skep Kasal Nomor Kep/01/I/1994 tentang Alih Bina dan Perubahan Nama Induk Kesehatan Gigi Yos Sudarso. Berdasarkan Skep Kasal tersebut maka pada tanggal 6 Mei 1994, alih bina dan perubahan nama Induk Kesehatan Gigi Yos Sudarso dilaksanakan, menjadi Lembaga Kedokteran Gigi Yos Sudarso yang pembinaannya dialihkan dari Lantamal IV ke Direktorat Kesehatan TNI AL.

Saat ini berdasarkan Surat Keputusan Kaladokgi Yos Sudarso, No Skep:     /        /          /         , Ladokgi Yos Sudarso dikembangkan menjadi Rumah Sakit Gigi dan Mulut dalam rangka peningkatan mutu, kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan gigi dan mulut baik bagi anggota TNI dan keluarganya maupun untuk masyarakat umum.